Parenting

Kenali Pola Belajar Pada Anak

Tiap anak pada dasarnya memang terlahir berbeda, dari mulai sifat, karakter, kepribadian, hobby dan bahkan *konon* mood ibu saat hamil pun juga sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak di kemudian hari

Segala kejadian dalam kehidupan anak, juga menjadi faktor penentu pada cara belajarnya. Nah sebagai orang tua, ini yang perlu kita paham dan mengerti benar, bahwa kemampuan anak berbeda, keunggulan dan kelemahannya juga berbeda

Dua anak saya, Ical 9 tahun dan Sasha 5 tahun, punya pola belajar yang sangat berbeda. Totally different. Meski punya kesamaan kesukaan di bidang musik, toh keduanya tetap punya gaya belajar masing-masing

Ical, tipe anak yang kalo belajar sebenernya jarang, tapi punya kelebihan dengan sekali atau beberapa kali belajar dengan membaca & mendengar ulang, maka ia langsung paham. Kadang saya *iri* sama kemampuan Ical, hahaha! Betapa mudahnya ia memahami suatu pelajaran hanya dalam kondisi *bener-bener memperhatikan*

Sementara Sasha, tipe belajarnya *wajib* dengan kegiatan kinestetik, artinya ada unsur bergerak. Misal saat ini sedang belajar membaca dan Iqra, maka selain melihat dan mendengar, Sasha perlu dengan menulis ulang, atau kadang saya bikin gambar-gambar hurufnya dan Sasha warnai. Sasha juga senang sekali mengulang pelajaran yang ia terima, bisa disebut punya tingkat ketekunan tersendiri

Cara belajar Ical ketika saya terapkan ke Sasha tentu tidak akan bisa maksimal, dan begitu pula sebaliknya. Malah bikin uring-uringan dan kesel sendiri, kalo saya sebagai orang tua, ngotot membuat pola belajar harus sama persis 😀

 

GIMANA CARA MENGENALI POLA BELAJAR ANAK?

Caranya adalah dengan kita terapkan 3 kecenderungan kemampuan utama pada diri tiap manusia, yaitu SEE, LISTEN, FEEL/ MOVE

Apakah anak kita cenderung mudah menyerap pelajaran dengan melihat? Artinya kita perbanyak bacaan dan referensi untuk ia baca atau perhatikan buat  yang masih belajar membaca

Ataukah cenderung mudah belajar dengan mendengar? Artinya sering mendengar apa yang ia pelajari. Kita pun juga bisa aktif ikut *ngoceh* di depannya untuk membantunya menghafal atau mengingat sesuatu

Atau justru anak kita cenderung belajar dengan aneka gerakan? Artinya memang ada anak yang ketika belajar, tidak bisa diem. Ada aja polahnya, entah sambil goyangin tangan/ kaki, atau malah menari-nari tanpa arah, atau menirukan gerakan-gerakan kata-kata yang ia ucapkan. Artinya pula, kita sebagai orang tua, juga perlu lebih sabar dalam mendampingi pola belajarnya, misal kita bisa libatkan unsur cerita/ dongeng dengan boneka jari, atau kita ikut pasang mimik lucu/ khusus ketika menjelaskan kata/ kalimat tertentu dan ajak anak mengikuti ekspresi tersebut

 

KAPAN MULAI MENGENALI POLA BELAJAR ANAK?

Jawabnya, as soon as possible, semakin dini kita melihat kemampuan dan cara belajar anak, semakin cepat juga kita bisa menyesuaikan apa sebenernya kebutuhan anak terutama dalam hal belajar sesuatu yang baru, atau mengembangkan apa yang diminatinya

Nah, Ayah Bunda, uda tau persis apa kecenderungan pola belajar si kecil? Mulai kenali yuk 🙂

 

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *