Parenting

Jiwa Kompetitif Pada Anak, Perlukah?

Punya beberapa anak dengan perbedaan sifat dan karakter, tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama buat orang tua dalam hal memberikan stimulasi yang tepat

Secara kesukaan, kedua anak saya bisa dibilang hampir punya banyak kesamaan, terutama dalam hal musik. Sementara untuk sifat dan karakter, keduanya cukup berbeda. Ical, si sulung, tipe pembelajar yang cepat, sementara Sasha, adeknya, termasuk pembelajar yang rajin. Beda dengan kakaknya yang kalo melihat dan mendengar sesuatu langsung hapal dan terekam, kalo Sasha butuh waktu untuk mencerna segala sesuatu, tapi karena anaknya termasuk rajin, mau banget untuk mengulang-ulang sesuatu tanpa perlu saya minta

Keduanya, selisih hampir 5 tahun, dan ternyata punya jiwa kompetitif yang cukup kuat. Meski awalnya, belum bisa terima ketika kalah ataupun tidak selalu jadi juara pertama, tapi seiring mereka sering ikut kompetisi baik di sekolah maupun di luar sekolah, bertahap Ical maupun Sasha mulai terbiasa menyikapi baik itu ketika menang ataupun kalah

Apakah Ambisius, Ketika Mengajak Anak Berkompetisi Sejak Dini?

Ambisius, adalah ketika *memaksakan* sesuatu yang itu bukan merupakan passion anak. Contohnya beberapa teman Ical di les Piano Electone, yang ia ikuti sejak usia 4 tahun. Setelah Ical 6 tahun mengikuti les tersebut, banyak teman-temannya yang tidak melanjutkan, dengan berbagai alasan. Dan sering kali yang menjadi alasan utama adalah karena si anak memang tidak suka dengan les tersebut. Sementara Ical, les tersebut adalah pilihannya, meski saya sempat mengarahkan ke beberapa bidang lainnya, tapi musik tetap menjadi passion & prioritasnya

Sekali waktu saya sempat berbincang dengan salah satu Ibu dari teman les Ical, yang bilang, anaknya uda gak minat lagi ikut les, “Tapi saya paksa aja Mbak”, begitu ujar Ibu tersebut

See? Jadi yang les itu adalah keinginan Ibu atau anaknya? Nah, inilah menurut saya yang dikatakan ambisius. Ketika pilihan anak tidak kita pikirkan, tidak kita lihat lebih jauh apa sih sebenernya bakat ataupun minat anak

Ketika anak punya minat tertentu, maka ini pun bisa mengarah pada kompetisi. Ijinkan anak merasa nyaman dengan apa yang sudah dipilihnya sendiri, maka ia pun akan lebih bertanggung jawab dengan pilihannya. Bahkan ia pun akan selalu antusias saat kompetisi kompetisi berlangsung

Lalu, Apa Fungsinya Melatih Jiwa Kompetitif Pada Anak?

Hal yang sangat mendasar adalah melatih anak punya mental yang lebih tangguh. Siap menang dan juga siap kalah. Karena makin besar seorang anak, realita kehidupan diluar sana, pastinya menyuguhkan sesuatu yang tidak selalu *enak*. Dengan melatih jiwa kompetitif, maka anak lebih mudah dan fleksibel menghadapi kejadian apapun yang akan dihadapinya

Sudah siap melatih jiwa kompetitif pada anak? Artinya, kita pun sebagai orang tua menyiapkan kesabaran ekstra ya Mom 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *